بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَسَبَبُ
نُزُوْلِ هَذِهِ السُّوْرَةِ (القَدْرِ) عَنِ ابْنِ عَبّاَسٍ رَضِىَ اللهُ
عَنْهُماَ أَنَّهُ قاَلَ ؛ ذَكَرَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ عِنْدَ
النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدًا يُقاَلُ لَهُ شَمْعُوْنْ
الغاَزِى وَهُوَ غَزاَ الكُفاَرَ أَلْفَ شَهْرٍ وَكاَنَ سِلاَخُهُ لَحْىُ جَمَلٍ
وَلَيْسَ لَهُ غَيْرُهاَ مِنْ آلَةِ حَرَبٍ وَكُلَّماَ ضَرَبَ الكُفاَرَ بِهَذاَ
اللَّحْيِ قَتَلَ ماَلاَيُحْصَى عَدَدُهُمْ
فَإِذاَ
عَطَسَ يَخْرُجُ مِنْ مَوْضِعِ الأَسْناَنِ ماَءُ عَذَبٍ فَيَشْرِبَهُ , وَإِذاَ
جاَعَ يَنْبُتُ مَنْهُ لَحْمٌ فَيَأْكُلَهُ , فَكاَنَ عَلَى هَذاَ كُلَّ يَوْمٍ
حَتَّى مَضَى مِنْ عُمْرِهِ أَلْفَ شَهْرٍ وَهِىَ ثَلاَثُ وَثَمَانُوْنَ سَنَةً
وَأَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ , فَعَجَزَ الكُفاَرُ عَنْ رَدِّهِ , فَقاَلُوْا
ِلإِمْرَأَتِهِ وَهِىَ كاَفِرَةٌ إِنّاَ نُعْطِيْكِ أَمْواَلاً كَثِيْرَةً إِنْ
قَتَلْتِ زَوْجَكِ , قاَلَتْ أَناَ لاَأَقْدِرُ عَلَى قَتْلِهِ
فَقاَلُوْا نُعْطِيْكِ حَبْلاً شَدِيْداً
فَشَدِّى بِهِ يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فىِ نَوْمِهِ وَنَحْنُ نَقْتُلُهُ ,
فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ فىِ نَوْمِهِ فاَسْتَيْقَظَ فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟
فَقاَلَتْ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ الحَبَلُ , ثُمَّ جاَءَ
الكُفاَرُ بِسِلْسِلَةٍ فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ بِهاَ فاَسْتَيْقَظَ , فَقاَلَ مَنْ
شَدَّنِى ؟ قاَلَتْ أَناَ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ
السِّلْسِلَةُ
فَقاَلَ ياَإِمْرَأَتِى أَناَ وَلِىٌّ مِنْ
أَوْلِياَءِ اللهِ تَعاَلىَ لاَيَغْلِبُ عَلَىَّ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ الدُّنْياَ
إِلاَّ شَعْرِى هَذاَ , وَكاَنَ لَهُ شِعْرٌ طَوِيْلٌ , فَسَمِعَتْ امْرَأَتُهُ
فَلَمَّا ناَمَ قَطَعَتْ ذَواَئِبَهُ فىِ
حاَلِ نَوْمِهِ , وَكاَنَتْ ثَماَنِىُ قَطْعٍ مِنْ شَعْرِ رَأْسِهِ وَكُلُّهاَ
تَجِرُّ عَلَى الأَرْضِ , فَشَدَّتْ بِأَرْبَعَ ذَوَائِبَ , مِنْهاَ يَدَيْهِ
وَبِالأَرْبَعِ الأُخْرَى رَجْلَيْهِ فىِ نَوْمِهِ , فاَسْتَيْقَظَ فَقاَلَ مَنْ
شَدَّنِى ؟ قاَلَتْ أَناَ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَلَمْ يَقْدِرُ عَلَى قَطْعِهاَ
فَأَخْبَرَتْ امْرَأَتُهُ الكُفاَرَ ,
فَجاَؤُا وَذَهَبُوْا بِهِ إِلىَ مَذْبَحِهِمْ وَكاَنَ فِيْهِ عُمُوْدٌ
فَأَوْثَقُوْهُ عَلَى ذَلِكَ العُمُوْدِ , فَقَطَعُوْا أُذُنَيْهِ وَعَيْنَيْهِ
وَشَفَتَيْهِ وَلِساَنَهُ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ وَكُلُّهُمْ يَجْتَمِعُوْنَ فىِ
ذَلِكَ البَيْتِ
فَاَوْحَى اللهُ تَعاَلىَ إِلَيْهِ ؛ أَىُّ
شَيْءٍ تُرِيْدُ بِهِمْ أَصْنَعُهُ ؟ فَقاَلَ أَنْ تُعْطِيَنِى مِنَ القُوَّةِ
حَتَّى أَحْرَكَ عُمُوْدَ هَذاَ البَيْتِ فَيَنْهَدِمَ عَلَيْهِمْ , فَقَواَهُ
اللهُ وَحَرَّكَ نَفْسَهُ فَوَقَعَ السَّقَفُ عَلَيْهِمْ وَأَهْلَكُوْا جَمِيْعاً
وَامْرَأَتُهُ مَعَهُمْ , فَأَنْجاَهُ اللهُ تَعاَلىَ مِنْهُمْ وَرَدَّ اللهُ
عَلَيْهِ أَعْضاَءَهُ
فَبَعْدَ ذَلِكَ عَبَدَ اللهَ أَلْفَ
شَهْرٍ مَعَ قِياَمِ لَيْلِهاَ وَصِياَمِ نَهاَرِهاَ , فَضَرَبَ بِالسَّيْفِ فىِ
سَبِيْلِ اللهِ , فَبَكَى أَصْحاَبُ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِشْتِياَقاً لِذَلِكَ , فَقاَلُوْا ياَرَسُوْلَ اللهِ هَلْ تَدْرِى ثَواَبَهُ ؟
فَقاَلَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ السَّلاَمُ لآَأَدْرِى
فَأَنْزَلَ اللهُ جِبْرِيْلَ
عَلَيْهِ السَّلاَمُ بِهَذِهِ السُّوْرَةِ (القَدْرِ) وَقاَلَ
ياَمُحَمَّدْ أَعْتَيْطُكَ وَأُمَّتَكَ لَيْلَةَ القَدْرِ العِباَدَةُ فِيْهاَ
أَفْضَلُ مِنْ عِباَدَةِ سَبْعِيْنَ أَلْفِ شَهْرٍ
قاَلَ الإِماَمُ الرَّازِى فَإِذاَ طَلَعَ
الفَجْرُ فىِ لَيْلَةِ القَدْرِ ناَدَى جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ياَمَعْشَرَ
المَلاَئِكَةِ الرَّحِيْلَ الرَّحِيْلَ , فَيَقُوْلُوْنَ ياَجَبْرَئِيْلُ
ماَصَنَعَ اللهُ بِالمُسْلِمِيْنَ فىِ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ أُمَةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ السَّلاَمُ
فَيَقُوْلُ لَهُمْ ؛ إِنَّ اللهَ تَعاَلىَ نَظَرَ إِلَيْهِمْ بِالرَّحْمَةِ
وَعَفاَ عَنْهُمْ وَغَفَرَ لَهُمْ إِلاَّ أَرْبَعَةَ نَفَرٍ ,
قاَلُوْا مَنْ هَؤُلاَءِ الأَرْبَعَة ؟ قاَلَ مُدَمِنُ الخَمْرِ وَعاَقُ
الواَلِدَيْنِ وَقاَطِعُ الرَّحْمِ وَالمَشاَحِنُ , يَعْنِى المُصاَرِمُ وَهُوَ
الَّذِى لاَيُكَلِّمُ أَخاَهُ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيّاَمٍ
Sebab
turun surat Al-Qodr ialah sebagaimana riwayat Ibnu Abbas, beliau berkata ;
Suatu
hari malaikat Jibril bercerita kepada Nabi Saw, tentang kisah seorang hamba
yang memiliki kekuatan super, namanya Sam’un Al-Ghozy, seorang pembela agama,
berperang melawan kaum kafir selama 1000 bulan, hanya berbekal tulang rahang
unta sebagai senjata, tidak memiliki senjata lain. Setiap kali menghantam kaum
kafir dengan janggut untanya, terbunuhlah banyak kaum kafir dalam jumlah yang
tidak terhitung.
Jika
ia merasa haus maka keluar air tawar dari tempat giginya, untuk ia minum, jika
ia lapar maka dari tempat itu pula tumbuh daging dan ia memakannya. Demikianlah
keadaan Sam’un sang super power dalam hari-harinya, sehingga usianya sampai
1000 bulan, yaitu 83 tahun 4 bulan. Kaum kafir tetap tidak mampu
mengalahkannya. Dia suatu kesempatan Kaum kafir ini berkata kepada istri
Sam’un, karena istri Sam’un ini seorang kafir, “Kami akan memberi uang banyak,
jika kamu dapat membunuh suamimu” Sang istri menjawab “Aku tidak sanggup
membunuhnya”
Kaum
kafir memberikan saran, kami memberimu tali tambang yang kuat, ikatlah kedua
kaki dan tangan Sam’un di saat ia tidur, dan kami akan membunuhnya. Singkat
cerita, Sam’un diikat istrinya di saat tidur, ia terbangun dan berkata “Siapa
yang mengikatku ?” istrinya menjawab “Aku mengikatmu karena ingin mengujimu.”
Kemudian Sam’un menggerakkan tangannya, sekali gerakan terputuslah ikat tambang
itu.
Keesokan
harinya kaum kafir datang lagi kepada istri Sam’un membawa rantai, Sam’un
diikat saat tidur, Sam’un terbangun dan berkata “Siapa yang mengikatku?”
istrinya menjawab “Aku mengikatmu karena ingin mengujimu.” Kemudian Sam’un
menggerakkan tangannya, sekali gerakan terputuslah rantai itu.
Sang
super power Sam’un berkata “Wahai istriku aku wali diantara wali kekasih Allah,
segala perkara dunia ini tidak ada yang sanggup mengalahkan diriku, aku punya
rambut ini, ia memang berambut panjang. Dan ucapan itu terdengar istrinya.
Ketika
Sam’un tertidur, istrinya mengunting rambut panjang Sam’un, guntingan rambutnya
menjadi 8 potong, semua jatuh ke tanah, sang istri mengikat Sam’un dengan 4
potongan rambut, 4 potong pertama mengikat kedua tangannya, 4 potong kedua
mengikat kedua kakinya. Sam’un terbangun dan berkata “Siapa yang mengikatku ?”
istrinya menjawab “Aku, aku mengikat karena ingin mengujimu.” Kali ini Sam’un
tidak mampu melepaskan ikatan itu.
Kemudian
sang istri memberitahukannya kepada kaum kafir, mereka beramai-ramai membawa
Sam’un ke sebuah rumah, tempat mereka menghukum mati seseorang dengan memenggal
lehernya, di tengah rumah itu terdapat tiang, mereka mengikat Sam’un di tiang
itu, mereka memotong kedua telinga Sam’un, mencongkel kedua mata Sam’un,
menggunting bibir dan lidah Sam’un, kedua tangan dan kedua kakinya pun di
potong, semua orang berkumpul menyaksikan Sam’un di mutilasi di rumah tersebut.
Disaat
kritis seperti itu Allah memberi wahyu (kasih sayang) kepada Sam’un dan
menawarkan “Apa yang kamu inginkan pada kaum kafir ini, Aku akan melakukannya
wahai Sam’un ?” Sam’un menjawab “Berilah aku kekuatan, aku ingin menghancurkan
tiang ini, sehingga rubuh dan menimpa mereka. Allah Swt pun memberinya kekuatan
dan Sam’un menggerakkan dirinya, dan hancurlah tiang rumah itu, atapnya menimpa
semua orang sehingga tewas, termasuk istrinya. Allah selamatkan Sam’un dan
Allah kembalikan keadaan tubuh Sam’un seperti sedia kala.
Setelah
peristiwa itu Sam’un melakukan ibadah selama 1000 bulan, malamnya tahajud
siangnya berpuasa. Ia juga berperang membela Agama Allah.
Mendengar
kisah Sam’un itu, para sahabat Nabi Saw terharu, mereka bertanya “Wahai
Rasulullah apa tuan tahu, berapa besar pahala Sam’un ibadah seperti itu ?” Nabi
menjawab “Aku tidak mengetahuinya”Maka Allah turunkan malaikat Jibril membawa
surat Al-Qodr, dan berkata “Wahai Muhammad aku berikan kamu dan ummatmu
Lailatulqodr, melakukan ibadah di malam itu lebih baik dari ibadah 70 ribu
bulan”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar